Rabu, 11 Februari 2009

Air Mancur Menari di Grand Indonesia





Pada saat tahun baru Imlek kemarin saya dan keluarga berjalan-jalan ke Mal Grand Indonesia. Mal ini terletak dibelakang bekas Hotel Indonesia di sekitar air mancur Hotel Indonesia yang menjadi pusat ibu kota Indonesia. Mal Grand Indonesia cukup luas, terbagi atas bagian Barat dan bagian Timur.

Karena sungguh luasnya Mal tersebut, hingga terasa capai kami berjalan ditengah pertokoan. Ditengah-tengah kami berkeliling mal, kami menyempatkan untuk melihat pertunjukan barongsai kids yang dimaenkan oleh teman-teman kita. Sungguh pintar mereka memainkan barangsoai tersebut dan tidak kalah dengan anak dewasa. Barongsai adalah pertunjukan yang umumnya diadakan saat perayaan hari Imlek oleh orang keturunan Cina. Diakhir pertunjukan tentunya sang barongsai akan berkeliling dintara pengunjung untuk mendapatkan sedikit ampau dari penonton.

Bapak sempat mengambil sebaian gambar dari tarian barongsai ini, dan saya coba perlihatkan pada kawan-kawan.

Sempat pula kami berfoto di beberapa lokasi sambil kami berkeliling diantara pertokoan yang ada. Tidak kalah menariknya adalah pertunjukan jam air mancur menari yang menjadikan daya tarik mal. Pertunjukan ini merupakan permainan air yang dikombinasikan dengan kesesuaian lagu.

Selasa, 10 Februari 2009

TOM Kita Yang Menggemaskan




Beberapa waktu lalu saat ulang tahunku ke -9 aku di kasih kucing,aku berinama tom ,awalnya bapak enggak suka yang namanya kucing tapi lama-lama

Minggu, 02 Maret 2008

Coffea (kopi) di Indonesia

Kopi (Coffea spp) adalah species tanaman yang termasuk dalam famili Rubiaceae dan genus Coffea. Tanaman ini tumbuhnya tegak, bercabang, dan bila dibiarkan tumbuh dapan mencapai tinggi 12 meter, bentuk daunnya bulat telur dengan ujung agak meruncing. Daun tumbuh berhadapan pada batang, cabang, dan ranting-rantingnya. Kopi mempunyai sistem percabangan yang agak berbeda dengan tanaman lain, mempunyai beberapa jenis cabang yang sifat dan fungsinya agak berbeda. Tanaman kopi merupakan tanaman tahunan dan mempunyai akar yang dangkal, oleh karenanya tanaman ini mudah mengalami kekeringan pada kemarau panjang. Secara alami tanaman kopi memiliki akar tunggang sehingga tidak mudah rebah. Tetapi akar tunggang tersebut hanya dimiliki oleh tanaman kopi yang bibitnya berupa bibit semaian atau bibit sambungan (okulasi) yang batang bawahnya merupakan semaian. Tanaman kopi yang bibitnya berasal dari bibit stek, cangkokan atau bibit okulasi yang batang bawahnya merupakan bibit stek tidak memiliki akar tunggang sehingga relatif mudah rebah.
Tanaman kopi umumnya akan mulai berbunga setelah berumur ± 2 tahun. Mula-mula bunga ini keluar dari ketiak daun yang terletak pada batang utama atau cabang reproduksi. Tetapi bunga yang keluar dari kedua tempat tersebut biasanya tidak berkembang menjadi buah, jumlahnya terbatas, dan hanya dihasilkan oleh tanaman-tanaman yang masih sangat muda. Bunga yang jumlahnya banyak akan keluar dari ketiak daun yang terletak pada cabang primer. Bunga ini berasal dari kuncup-kuncup sekunder dan reproduktif yang berubah fungsinya menjadi kuncup bunga. Kuncup bunga kemudian berkembang menjadi bunga secara serempak dan bergerombol.
Ada dua spesies dari tanaman kopi; Arabika adalah kopi tradisional, dan dianggap paling enak rasanya, dan Robusta memiliki kafein yang lebih tinggi dapat dikembangakan dalam lingkungan di mana Arabika tidak akan tumbuh, dan membuatnya menjadi pengganti Arabika yang murah. Robusta biasanya tidak dinikmati sendiri, dikarenakan rasanya yang pahit dan asam. Robusta kwalitas tinggi biasanya digunakan dalam beberapa campuran espresso.

Kopi diperkenalkan di Indonesia lewat Sri Lanka (Ceylon), tanaman kopi di Indonesia awalnya di bawa oleh pemerintah Belanda dan awalnya ditanam di daerah sekitar Batavia (Jakarta), Sukabumi dan Bogor. Kemudian disebar di Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Sumatra dan Sulawesi. Pada permulaan abad ke-20 perkebunan kopi di Indonesia terserang hama, yang hampir memusnahkan seluruh tanaman kopi. Pada saat itu kopi juga ditanam di Timor dan Flores. Kedua pulau ini pada saat itu berada di bawah pemerintahan bangsa Portugis. Jenis kopi yang ditanam di sana juga adalah kopi Arabika. Kopi ini tidak terserang hama.
Pemerintah Belanda kemudian menanam kopi Liberika Untuk menanggulangi hama tersebut pemerintah Belanda mengganti varietas kopi Liberika tetapi tidak begitu lama populer dan juga terserang hama. Kopi Liberika masih dapat ditemui di pulau Jawa, walau jarang ditanam sebagai bahan produksi komersial. Biji kopi Liberika sedikit lebih besar dari biji kopi Arabika dan kopi Robusta. sebenarnya, perkebunan kopi ini tidak terserang hama, namun ada revolusi perkebunan dimana buruh perkebunan kopi menebang seluruh perkebunan kopi di jawa pada khususnya dan di seluruh Indonesia pada umumya.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...