Selasa, 06 Maret 2012

13 Permintaan Anak

Ada 13 permintaan anak yang mungkin tidak pernah mereka ucapkan :

1. Cintailah aku sepenuh hatimu.

2. Aku ingin jadi diri sendiri, maka hargailah aku.

3. Cobalah mengerti aku dan cara belajarku.

4. Jangan marahi aku di depan orang banyak.

5. Jangan bandingkan aku dengan Kakak atau Adikku.

6. Bapak Ibu jangan lupa, aku adalah fotocopy mu.

7. Kian hari umurku kian bertambah, maka jangan selalu anggap aku anak kecil.

8. Biarkan aku mencoba, lalu beritahu aku bila salah.

9. Jangan membuat aku bingung, maka tegaslah pada ku.

10. Jangan ungkit-ungkit kesalahan ku.

11. Aku adalah LADANG PAHALA bagi mu.

12. Jangan memarahiku dengan mengatakan hal-hal buruk, bukankah apa yang keluar dari mulut mu adalah doa bagiku?.

13. Jangan melarangku hanya dengan mengatakan "JANGAN" tapi berilah penjelasan kenapa aku tidak boleh melakukan sesuatu.

Rabu, 08 Februari 2012

Kasus Nenek Curi Singkong

‎​Semoga allah membuka nurani semua hakim seperti yang dilakukan hakim Marzuki. Kasus tahun 2011 lalu di Kabupaten Prabumulih, Lampung (kisah nyata).

Di ruang sidang pengadilan, hakim Marzuki duduk tercenung menyimak tuntutan jaksa Pengadilan Umum terhadap seorang nenek yang dituduh mencuri singkong, nenek itu berdalih bahwa hidupnya miskin, anak lelakinya sakit, cucunya lapar, namun manajer PT. Andalas Kertas (Bakrie grup) tetap pada tuntutannya, agar menjadi contoh bagi warga lainnya.

Hakim Marzuki menghela nafas, dia memutus diluar tuntutan jaksa Pengadilan Umum, 'maafkan saya', katanya sambil memandang nenek itu,. 'Saya tak dapat membuat pengecualian hukum, hukum tetap hukum, jadi anda harus di hukum. saya mendenda anda 1 juta rupiah dan jika anda tidak mampu bayar maka anda harus masuk penjara 2,5 tahun, seperti tuntutan jaksa Pengadilan Umum'.

Nenek itu tertunduk lesu, hatinya remuk redam, sementara hakim Marzuki mencopot topi toganya, membuka dompetnya kemudian mengambil dan memasukkan uang 1 juta rupiah ke topi toganya serta berkata kepada hadirin.

'Saya atas nama pengadilan, juga menjatuhkan denda kepada tiap orang yang hadir di ruang sidang ini sebesar 50 ribu rupiah, sebab menetap di kota ini, yang membiarkan seseorang kelaparan sampai harus mencuri untuk memberi makan cucunya. Saudara panitera, tolong kumpulkan dendanya dalam topi toga saya ini lalu berikan semua hasilnya kepada terdakwa."

Sampai palu diketuk dan hakim Marzuki meninggaikan ruang sidang, nenek itupun pergi dengan mengantongi uang 3,5 juta rupiah, termasuk uang 50 ribu yang dibayarkan oleh manajer PT. Andalas Kertas yang tersipu malu karena telah menuntutnya. Sungguh sayang kisahnya luput dari pers.

Pelajaran berharga dapat kita petik dari cerita ini bahwa semua aturan harus tetap di egakkan demi kemajuan bangsa kita, tetapi sekecil apapun penghasilan kita kita harus dapat menyisihkan untuk kalangan yang membutuhkan.

Mudah-mudahan cerita ini bermanfaat bagi teman-teman yang dirahmati Allah. kasus-nenek-curi-singkong

Sabtu, 04 Februari 2012

Terima dengan Keiklasan

Disuatu malam seorang ayah membacakan cerita untuk anak perempuannya. Setelah membacakan cerita, si ayah bertanya kepada anaknya,"Nak, apa kamu sayang Papa?"
Si anak menjawab, "Tentu saja aku sayang Papa".

Ayahnya tersenyum lalu bertanya, "Kalau begitu, boleh Papa minta kalungmu?"
Lalu si anak menjawab, "Papa, aku sayang Papa tapi aku juga sayang sama kalung ini."
Lalu ayahnya berkata, "Ya sudah, tidak apa-apa. Papa hanya bertanya saja." Si ayah lalu pergi.

Di malam berikutnya selama 3 hari berturut-turut ayahnya menanyakan hal yang sama dan si anak pun menjawab dengan kata-kata yang sama.

Si anak berpikir sambil memegang kalung imitasi kesayangannya itu, "Kenapa tiba-tiba Papa mau kalung ini? Ini kalung yang paling aku sayangi, kalung ini pun pemberian Papa juga."

Malam berikutnya sang ayah menanyakan hal yang sama, lalu si anak berkata,"Papa, Papa tahu aku sayang sama Papa dan juga kalung ini. Tapi kalau Papa mau kalung ini, ya sudah aku berikan ke Papa".

Si anak memberikan kalungnya dan ayahnya mengambilnya dengan tangan kiri. Lalu ayahnya memasukan tangan kanan ke saku kanan dan mengambil kalung berbentuk sama namun emasnya asli. Ayahnya mengenakannya pada leher anaknya.

"Anakku, sebetulnya kalung ini sudah ada di saku Papa sejak pertama kali Papa meminta kalungmu. Tapi Papa menunggu kamu memberikan sendiri kalungmu itu dan Papa gantikan dengan yang lebih baik dan indah."

Sering kali kita merasa Tuhan tidak adil. Dia yang memberikan tapi kenapa Dia juga yang memintanya kembali. Kita selalu sakit dan kecewa bahkan sampai berlarut-larut lamanya. Tidakkah kita tahu, disaat Tuhan mengambil sesuatu yang berharga dari hidup kita itu karena Tuhan ingin menggantikannya dengan yang "Lebih Baik" lagi dari yang kita miliki sekarang dan bahkan dari sebelumnya?

Jadi terimalah apapun yang kita terima, berilah apa yang harus kita berikan, kembalikanlah apa yang diminta oleh Tuhan, dan tetaplah bersyukur maka berkatmu akan diberikan berlipat kali ganda.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...