Blog ini merupakan jalan hidup dan karya cipta Bella Kaila dan Keluarg. Harapan blog ini dapat memberikan inspirasi, motivasi dan menambah pengetahuan umum bagi pengunjung blog.
Kamis, 08 Agustus 2013
Senin, 29 Juli 2013
:: Manfaat Berbuka Puasa dengan Buah Kurma ::
Dr. Hissam Syamsi Basya dalam tulisannya menjelaskan berdasarkan penelitian biokimia, satu kurma yang kita makan itu mengandung air 20-24%, gula 70-75%, 2-3% protein, 8,5% serat, dab sedikit sekali kandungan lemak jenuhnya (lecithine). Lain lagi dengan kurma mengkel (atau Ruthab) yang mengandung 65-70% air, 24-58% zatgula, 1,2-2% protein, 2,5% serat, dan sedikit mengandung lemak jenuh. Dr. Ahmad Abdul Ra'ouf en Dr. Ali Ahmad Syahhat pernah melakukan penelitian kimiawi dan fisiologi terhadap kurma, hasilnya? Menakjubkan! Coba lihat:
- Jika kita buka puasa dengan kurma ruthab atau tamar, persentase kandungan zat gula kita akan naik, artinya bisa membantu mengilangkan penyakit anemia (kurang darah). Oya, ruthab itu artinya kurma yang mengkal, yang masih segar, dan juga matang di pohon. Nah, kalo tamar itu kurma matang kering yang banyak terdapat di Indonesia (misalnya yang banyak dijual di Pasar Tanah Abang, Jakarta).
- Waktu lambung kosong karena tidak makan seharian, pas buka, lambung, akan lebih gampang mencerna dan menyerap makanan kecil yang mengandung gula, malah lebih cepat dan maksimal lagi.
- Kandungan zat gula dalam ruthab dan tamar (tentunya dalam bentuk kimia sederhana) menjadikan proses pencernaan di lambung jadi sangat mudah, soalnya 2/3 zat gula yang ada dalam tamar dan ruthab bisa meningkatkan kadar gula dalam darah dalam waktu yang singkat.
- Selain itu, kita juga tidak perlu minum banyak-banyak lagi sewaktu buka jika kita makan ruthab atau tamar, karena sudah mengandung air 65-70%?! Tetapi sangat tidak dilarang untuk minum pun.
Subhanallah. Tidak heran jika Rasulullah menganjurkan kurma sebagai salah satu makanan pembuka puasa kita yang utama.
(sumber : eramuslim.com)
Rabu, 17 Juli 2013
Titik Hitam Pada Selembar Kertas
Seorang motivator bisnis yg terkenal, Jim Rohn, diundang sebuah perusahaan untuk melakukan motivasi memacu semangat karyawannya yang sudah mengendor.
Dalam presentasinya, Jim Rohn mengambil satu kertas putih yang besar, kemudian dia membuat sebuah titik hitam kecil dengan pen persis di tengah kertas itu.
Dia kemudian memperlihatkan kertas itu kepada semua orang yang hadir. Lalu bertanya, "Apakah yang dapat lihat di kertas ini?"
Dengan cepatnya seorang pria langsung menjawab
"Saya melihat sebuah titik hitam."
"Baik, apa lagi yang kamu lihat selain titik hitam?" Jim kembali bertanya.
Yang lainnya terus memberikan jawaban yang sama : "Hanya sebuah titik hitam."
"Tidakkah kamu melihat yang lainnya, selain titik hitam?"
Jim bertanya terus mengejar jawaban lain.
"Tidak" dengan serentak, hampir seluruh pengunjung itu menjawabnya.
"Bagaimana dengan lembaran kertas putih ini?" Jim kembali bertanya "Saya yakin kamu semua pasti melihatnya, tetapi mengapa tidak ada yang memperhatikannya?
Dan hanya melihat pada sebuah titik kecil saja?"
Jim kemudian menjelaskan :
"Dalam hidup ini, kita juga selalu lalai dan mengabaikan akan banyak hal-hal yang baik, hal-hal yang dahsyat, hal-hal yang cermerlang, hal-hal yang indah, yang kita miliki atau pernah terjadi di sekitar kita, dan kita selalu hanya fokus dan memberikan perhatian pada masalah kecil, masalah sepele, masalah keuangan, masalah kekecewaan, masalah kegagalan.
Masalah kita itu, persis seperti sebuah titik hitam kecil, dalam lembaran kertas besar ini.
Masalah itu hanyalah kecil dan tidak signifikan, jika kita dapat meluaskan pandangan kita untuk melihat dalam hidup kita, persis seperti kita lihat seluruh lembaran kertas ini, maka titik hitam tadi sangat kecil dan hampir tidak berarti."
Apakah kita termasuk orang yang juga selalu melihat titik hitam itu ? Semoga tidak ya.
Dalam presentasinya, Jim Rohn mengambil satu kertas putih yang besar, kemudian dia membuat sebuah titik hitam kecil dengan pen persis di tengah kertas itu.
Dia kemudian memperlihatkan kertas itu kepada semua orang yang hadir. Lalu bertanya, "Apakah yang dapat lihat di kertas ini?"
Dengan cepatnya seorang pria langsung menjawab
"Saya melihat sebuah titik hitam."
"Baik, apa lagi yang kamu lihat selain titik hitam?" Jim kembali bertanya.
Yang lainnya terus memberikan jawaban yang sama : "Hanya sebuah titik hitam."
"Tidakkah kamu melihat yang lainnya, selain titik hitam?"
Jim bertanya terus mengejar jawaban lain.
"Tidak" dengan serentak, hampir seluruh pengunjung itu menjawabnya.
"Bagaimana dengan lembaran kertas putih ini?" Jim kembali bertanya "Saya yakin kamu semua pasti melihatnya, tetapi mengapa tidak ada yang memperhatikannya?
Dan hanya melihat pada sebuah titik kecil saja?"
Jim kemudian menjelaskan :
"Dalam hidup ini, kita juga selalu lalai dan mengabaikan akan banyak hal-hal yang baik, hal-hal yang dahsyat, hal-hal yang cermerlang, hal-hal yang indah, yang kita miliki atau pernah terjadi di sekitar kita, dan kita selalu hanya fokus dan memberikan perhatian pada masalah kecil, masalah sepele, masalah keuangan, masalah kekecewaan, masalah kegagalan.
Masalah kita itu, persis seperti sebuah titik hitam kecil, dalam lembaran kertas besar ini.
Masalah itu hanyalah kecil dan tidak signifikan, jika kita dapat meluaskan pandangan kita untuk melihat dalam hidup kita, persis seperti kita lihat seluruh lembaran kertas ini, maka titik hitam tadi sangat kecil dan hampir tidak berarti."
Apakah kita termasuk orang yang juga selalu melihat titik hitam itu ? Semoga tidak ya.
Langganan:
Postingan (Atom)
