Rabu, 22 Desember 2010

Mother's Day

Seorang Ibu terduduk di kursi rodanya suatu sore di tepi danau, di temani Anaknya yang sudah mapan dan sudah berkeluarga.

Si ibu bertanya " itu burung apa yang berdiri di sana ??"
"Bangau mama" anaknya menjawab dengan sopan.
Tak lama kemudian si mama bertanya lagi."Itu yang warna putih burung apa?"
sedikit kesal anaknya menjawab "ya bangau mama?..."

Kemudian ibunya kembali bertanya: "Lantas itu burung apa?" Ibunya menunjuk burung bangau tadi yang sedang terbang...

Dengan nada kesal si anak menjawab "ya bangau mama. kan sama saja!..memangnya mama gak liat dia terbang!"

Air menetes dari sudut mata si mama sambil berkata pelan.."Dulu 35 tahun yang lalu aku memangkumu dan menjawab pertanyaan yang sama untukmu sebanyak 10 kali,..sedang saat ini aku hanya bertanya 3 kali, tapi kau membentakku 2 kali.."

Si anak terdiam...dan memeluk mamanya.

Pernahkah kita memikirkan apa yang telah diajarkan oleh seorang mama kepada kita?
Sayangilah Mama/Ibu-mu dengan sungguh-sungguh.

Mohon ampunan jika kamu pernah menyakiti hati Ibumu.

Pernah kita ngomelin Dia ? 'Pernah!'
Pernah kita cuekin Dia ? 'Pernah!'
Pernah kita mikir apa yg Dia pikirkan?
'nggak!'
Sebenernya apa yg dia fikirkan ? 'Takut' 
  • Takut tidak bisa melihat kita senyum, nangis atau ketawa lagi.
  • Takut tidak bisa ngajar kita lagi.
Semua itu karena waktu Dia singkat..
Saat mama/papa menutup mata, Ga akan lagi ada yang cerewet.
Saat kita nangis memanggil-manggil dia, apa yang dia bales? 'Dia cuma diam'

Tapi bayangannya dia tetap di samping kita dan berkata: "anakku jangan menangis, mama/papa masih di sini. Mama/papa masih sayang kamu."

Sayangilah dan hargai orang tua kamu sebelum waktunya habis.

Kamis, 14 Oktober 2010

Hasil Pengamatan Observasi Kebun Raya Bogor


Hari ini kami akan mempresentasikan hasil pengamatan kami di Kebun Raya Bogor. Kami juga mewawancarai seorang karyawan yang bernama Bapak Iteng, yang sudah bekerja selama 10 tahun di Kebun Raya Bogor.

Kebun Raya Bogor diresmikan pada tanggal 18 Mei 1817, sekitar 193 tahun yang lalu. Tujuan dibangunnya Kebun Raya Bogor adalah untuk keperluan wisata dan pendidikan.

Flora (tanaman) yang tumbuh dan dirawat saat ini berjumlah 3.397 jenis, 1.151 jenera, 215 family, dan 314.576 tanaman. Tempat ini mengutamakan tanaman yang langka untuk diupayakan agar tetap lestari dan dirawat HPT.

Biasanya Kebun Raya Bogor ramai dikunjungi banyak orang pada saat libur sekolah dan lebaran. Bunga yang paling terkenal di Kebun Raya Bogor adalah bunga bangkai, rafflesia, raja, anggrek raksasa teratai raksasa,dan kantung semar. Pohon yang tertua adalah Litchi Chinensis,  salah satu Litchi Chinensis dari China. 

Tujuan kami ke kebun raya bogor adalah karena kami menyukai tumbuh-tumbuhan dan agar kami dan semua orang dapat melestarikan tumbuhan yang langka.

Sekian ringkasan hasil pengamatan observasi kelompok kami. Mohon maaf jika ada kesalahan dalam menulis kalimat dan kata-kata.

Billahit Taufiq Walhidayah.
Wassalamu’alaikum Wr.Wb

Oleh: 
Kelas VI D
Aderisti Irkadiratna(ketua);
 Nur Afifah, Nadira Permata Ayu, Nabila Ghaisani Putri, Mutiara Nasty Ramadoniah (anggota)

Rabu, 13 Oktober 2010

Ternyata tidak sama Bunga Bangkai dan Rafflesia Arnoldii

Di tempat bimbingan belajar  siswa SD di LP3I, saya Bella kelas VI D sempat berdebat dengan teman-teman kelasku, dimana semua menyatakan bahwa antara Rafflesia arnoldii dan Bunga Bangkai adalah tumbuhan yang sama. Kawan-kawanku menganggap bahwa Rafflesia arnoldii adalah Bunga Bangkai atau Bunga Bangkai adalah Rafflesia Arnoldii. Hanya aku sendiri yang menyatakan bahwa kedua bunga tersebut adalah bunga yang berbeda, termasuk gurukupun tidak dapat menjawab hal tersebut.

Akhirnya setelah pulang bimbingan, saya bertanya pada kedua orangtuaku dan merekapun masih belum bisa menjawab pertanyaanku tentang Rafflesia Arnoldii dan Bunga Bangkai adalah tumbuhan yang berbeda. Sesampainya di rumah maka langsung mencari kepastian tetang hal tersebut, aku bertanya pada ‘Bu Google’ dan kudapatkan jawaban yang sangat memuaskan hatiku sesuai apa yang aku dapatkan saat sekolah kami mengadakan observasi di Kebun Raya Bogor.

Inilah jawaban yang dapat memberikan penjelasan kesemua teman-teman.

Rafflesia Arnoldii

Rafflesia arnoldii, dikenal sebagai Patma raksasa (Rafflesia arnoldii) yang merupakan tumbuhan parasit obligat, yang terkenal karena memiliki bunga berukuran sangat besar, bahkan merupakan bunga terbesar di dunia. Ia tumbuh di jaringan tumbuhan merambat (liana) Tetrastigma dan tidak memiliki daun sehingga tidak mampu berfotosintesis. Tumbuhan ini endemik di Pulau Sumatera, terutama bagian selatan (Bengkulu, Jambi, dan Sumatera Selatan). Taman Nasional Kerinci-Seblat merupakan daerah konservasi utama spesies ini. Jenis ini, bersama-sama dengan anggota genus Rafflesia yang lainnya, terancam statusnya akibat penggundulan hutan yang dahsyat.

Bunga ini merupakan parasit tidak berakar, tidak berdaun, dan tidak bertangkai. Diameter bunga ketika sedang mekar bisa mencapai 1 meter dengan berat sekitar 11 kilogram. Bunga menghisap unsur anorganik dan organik dari tanaman inangTetrasigma. Satu-satunya bagian yang bisa disebut sebagai “tanaman” adalah jaringan yang tumbuh di tumbuhan merambat Tetrastigma. Bunga mempunyai lima daun mahkota yang mengelilingi bagian yang terlihat seperti mulut gentong. Di dasar bunga terdapat bagian seperti piringan berduri, berisi benang sari atau putik bergantung pada jenis kelamin bunga, jantan atau betina. Hewan penyerbuk adalah lalat yang tertarik dengan bau busuk yang dikeluarkan bunga. Bunga hanyaberumur sekitar satu minggu (5-7 hari) dan setelah itu layu dan mati. Presentase pembuahan sangat kecil, karena bunga jantan dan bunga betina sangat jarang bisa mekar bersamaan dalam satu minggu, itu pun kalau ada lalat yang datang membuahi. (sumber, wikipedia)  

Bunga Bangkai

Disebut juga suweg raksasa atau batang krebuit (nama lokal untuk fase vegetatif), Amorphophallus titanum Becc., merupakan tumbuhan dari suku talas-talasan (Araceae) endemik dari Sumatera, Indonesia, yang dikenal sebagai tumbuhan dengan bunga (majemuk) terbesar di dunia, meskipun catatan menyebutkan bahwa kerabatnya, A. gigas (juga endemik dari Sumatera) dapat menghasilkan bunga setinggi 5m.

Namanya berasal dari bunganya yang mengeluarkan bau seperti bangkai yang membusuk, yang dimaksudkan sebenarnya untuk mengundang kumbang dan lalat penyerbuk bagi bunganya. Di alam tumbuhan ini hidup di daerah hutan hujan basah. Bunga bangkai adalah bunga resmi bagi Provinsi Bengkulu.

Tumbuhan ini memiliki dua fase dalam kehidupannya yang muncul secara bergantian, fase vegetatif dan fase generatif. Pada fase vegetatif muncul daun dan batang semunya. Tingginya dapat mencapai 6m. Setelah beberapa waktu (tahun), organ vegetatif ini layu dan umbinya dorman.

Apabila cadangan makanan di umbi mencukupi dan lingkungan mendukung, bunga majemuknya akan muncul. Apabila cadangan makanan kurang tumbuh kembali daunnya.

Bunganya sangat besar dan tinggi, berbentuk seperti lingga (sebenarnya adalah tongkol atau spadix) yang dikelilingi oleh seludang bunga yang juga berukuran besar. Bunganya berumah satu dan protogini: bunga betina reseptif terlebih dahulu, lalu diikuti masaknya bunga jantan, sebagai mekanisme untuk mencegah penyerbukan sendiri.


Pada hal keduanya memiliki perbedaan yang sangat prinsipil.

Persamaan yang paling menonjol diantara kedua kembang ini terletak pada bau atau aroma yang disebarkan.
Sedangkan perbedaannya meliputi :
  • Dalam hal bentuk, dimana Rafflesia arnoldi berbentuk bundar melebar sedangkan Arorphophallus titanum berbentuk kerucut seperti agung yang masih berbalut;
  • Bianga Arorphophallus titanum adalah umbi yang tertanam di dalam tanah. Sedangkan Rafflesia arnoldi merupakan parasit yang tumbuh pada akar-akar liana dan yang menyebarkannya terutama adalah babi hutan yang tidak sengaja melukai akar liana dengan injakan. Pada injakan bekas kuku babi hutan itulah spora rafflesia tersimpan dan menemukan tempat yang cocok untuk tumbuh. (sumber: www. Dephut.go.id/SUMUT)
Nah jadi, demikianlah untuk teman2ku yang menganggap bahwa rafflesia arnoldii adalah bunga bangkai dan bunga bangkai adalah Rafflesia arnoldii.itu ternyata salah.

Padahal yang sama cuma pada Bau- nya saja untuk menarik perhatian sang Lalat untuk proses penyerbukan pada masing-masing bunga tersebut. Tetapi jenis dan bentuknya adalah berbeda sama sekali.

Semoga para penerbit buku, hati-hati dalam menampilkan gambar serta penulisan nama pada kedua gambar yang berbeda tersebut.

Sumber & sumber gambar: wikipedia, www.dephut.go.id/sumut, rumahbogor.com
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...