Senin, 01 April 2013

DULU DAN SEKARANG

Dulu kita pernah sangat KAGUM pada manusia cerdas, sangat kaya, berhasil dalam karir hidup dan hebat dalam dunianya.

Sekarang, kita memilih untuk mengganti kriteria kekaguman, gw kagum dengan manusia yang hebat di mata TUHAN.

Sekalipun kadang penampilannya begitu biasa dan bersahaja!

Dulu, kita memilih MARAH karena merasa harga diri kita dijatuhkan ketika orang lain berlaku kasar, menggunjing, memfitnah dan menyakiti kita dengan kalimat-kalimat sindiran.

Sekarang kita memilih untuk BERSYUKUR dan BERTERIMAKASIH, karena kita yakin ada KASIH yang datang dari mereka, ketika kita mampu untuk memaafkan dan bersabar...
 
Dulu, kita memilih MENGEJAR dunia dan menumpuknya sebisa kita... Ternyata kita sadari kebutuhan kita hanyalah makan dan minum untuk hari ini dan bagaimana cara membuang sisanya dari perut...

Sekarang, kita memilih untuk BERSYUKUR dengan apa yang ada dan memikirkan bagaimana bisa mengisi waktu kita hari ini, dengan penuh kasih dan bermanfaat untuk sesama...

Dulu, kita berpikir bahwa kita bisa MEMBAHAGIAKAN orangtua, saudara dan teman-teman kalau kita berhasil dengan dunia kita.

Ternyata......yang membuat kebanyakan dari mereka bahagia adalah bukan itu, melainkan sikap,tingkah dan sapaan kita kepada mereka…. Sekarang, kita memilih untuk membuat mereka bahagia, dengan apa yang ada pada kita saja...

Dulu, pusat pikiran kita adalah membuat RENCANA-RENCANA dahsyat untuk dunia kita...

Ternyata yang kita jumpai teman dan saudara-saudara kita begitu cepat menghadap kepadaNYA. Sekarang, yang menjadi pusat pikiran dan rencana kita adalah bagaimana mempersiapkan diri dan terutama hati kita agar kita selalu SIAP jika suatu saat namaku dipanggil oleh-NYA...
Tak ada yang dapat menjamin bahwa kita dapat menikmati teriknya matahari besok.

Tak ada yang bisa memberikan jaminan, bahwa kita masih bisa menghirup nafas esok hari...Kalau hari ini dan esok hari kita bisa hidup,itu semata-mata hanya ANUGERAH Tuhan…

Selasa, 26 Maret 2013

KESAKTIAN BUNCIS !!!

Hanya dalam waktu setengah jam bisa menurunkan kadar gula dalam darah hingga batas normal.

Berdasar peneliti IPB Bogor, di dalam buncis terkandung zat yang dinamakan "B-sitosterol dan Stigmasterol".

Kedua zat inilah yang mampu meningkatkan produksi insulin. Insulin adalah sejenis hormon yang dihasilkan secara alamiah oleh tubuh kita dari organ tubuh yang dinamakan pankreas. Insulin berfungsi untuk menurunkan kadar gula dalam darah. Seseorang mengalami diabetes melitus bila pankreas hanya sedikit menghasilkan insulin atau bahkan tidak mampu memproduksinya sama sekali. Ternyata dua zat tadi mampu merangsang pankreas untuk meningkatkan produksi insulinnya. Selain dua zat tadi, peneliti IPB memperoleh data bahwa dari 100 gram ekstrak buncis terkandung:
  • karbohidrat 7,81 persen,
  • lemak 0,28 persen,
  • protein 1,77 persen,
  • serat kasar 2,07 persen, dan
  • kadar abu 0,32 persen.
Bagi dunia kedokteran dan farmasi, penemuan ini tentu bisa dijadikan referensi untuk membuat obat diabetes dengan mengekstrak buncis. Tentunya banyak keuntungan yang diperoleh, terutama bagi masyarakat, karena obat diabetes akan lebih murah dan mudah didapat dengan banyaknya bahan yang tersedia.

Bagi masyarakat, terobosan ini bisa melegakan hati banyak orang pengidap diabetes melitus, khususnya mereka dari kalangan tidak mampu. Cukup membeli sayur buncis dan memakannya secara teratur, kadar gula dalam darah bisa turun. Pengolahannya pun tidak sembarangan. Manfaat buncis lebih terasa bila dimakan sebagai lalapan. Kalau dimasak dalam bentuk oseng-oseng, dengan tambahan daging, tentunya sama saja.

Berbahagialah mereka yang kerap makan lalapan buncis. Ternyata selain manis, buncis juga bisa mencegah dan menghilangkan penyakit kencing manis !!! Semoga bermanfaat..

Selasa, 12 Maret 2013

SEBUAH KISAH NYATA, KESETIAAN SEORANG SUAMI TERHADAP ISTRINYA

Bismillahir-Rah­maanir-Rahim

Seorang suami di Al Jazair memanggul istrinya siang dan malam. Hal ini sudah berlangsung 5 tahun sejak sang istri terkena stroke yang menyebabkan ia lumpuh total sehingga tidak lagi mampu menggerakkan seluruh anggota tubuhnya .

Koran Syuruq yang memberitakan bahwa laki-laki itu bernama Salim (40 tahun) seorang penjaga sekolah di sebuah kota kecil Almah. Dia menikah tahun 1996 dan telah dikaruniai seorang anak laki-laki.

Keluarga ini hidup bahagia di tempat tinggal mereka di salah satu ruang kelas di sekolah itu. Tapi pada tahun 2007 yang lalu musibah itu datang merenggut kebahagiaan keluarga ini dan sejak itu pulalah sang istri tidak lagi mampu berbuat apa-apa bahkan untuk berbicara saja pun ia tak mampu lagi ...

Sejak saat itu Salim sang suamilah yang mengurus istri dan rumah tangganya seorang diri. Pagi hari ia bangun pagi-pagi sekali mempersiapkan sarapan buat anak dan istrinya. Ia kemudian pergi untuk menunaikan tugasnya sebagai penjaga sekolah kemudian kembali lagi menemui sang istri setelah 1 jam.

Ia membersihkan rumah dan menyuapi istrinya itu, sebab untuk memegang sendok saja pun si istri tidak mampu. Ia kemudian meminumkan obat buat istrinya, menidurkannya diatas tempat tidur, menopangnya dengan bantal-bantal.

Demikianlah ia bolak balik ke pekerjaannya kemudian kepada istrinya setiap satu jam sekali. Di malam hari paling tidak Salim terbangun 4 kali untuk membalikkan posisi tidur istrinya dari satu sisi ke sisi lainnya. Salim berkata : " kadangkala istriku menahankan rasa sakitnya dan membiarkanku tidur karena merasa kasihan padaku "

Subhanallah .... kesabaran itu memang pahit ... tapi juga indah sekali ...

Wallahu'alam bishshawab, ..

Semoga kita dapat mengambil pengetahuan yang bermanfaat dan bernilai ibadah ....
Jika Allah Swt menguji kesabaranku....­ belum tentu juga aku mampu berbuat seperti SALIM...
"SEMOGA BERMANFAAT KAWAN"
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...